Kecelakaan beruntun di desa Pundu, Cempaga Hulu
SAMPIT.INDOBORNEONEWS – Tanjakan Jalan Tjilik Riwut, dekat SPBU Pundu, Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi lokasi kecelakaan maut yang melibatkan empat kendaraan, Jumat (6/11/2026) siang. Insiden tersebut merenggut satu korban jiwa dan menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan itu melibatkan dua truk, satu minibus, dan satu sepeda motor. Benturan keras mengakibatkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan parah. Bahkan, dua truk dilaporkan ringsek setelah terlibat tabrakan.
Dugaan sementara, insiden bermula ketika sebuah truk yang melaju dari arah Palangka Raya menuju Sampit mengalami oleng saat melintasi tanjakan. Kendaraan tersebut kemudian bertabrakan dengan kendaraan lain yang melaju di jalur berlawanan.
Camat Cempaga, Agustiawany, mengatakan informasi awal mengenai kejadian tersebut diterimanya dari anggota Bhabinkamtibmas yang berada di lokasi dan sedang melakukan pengaturan lalu lintas.
Saat itu, Agustiawany bersama rombongannya juga sedang dalam perjalanan kembali ke Sampit setelah menghadiri kegiatan Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Hotel Aquarius Palangka Raya.
“Kami kebetulan juga sedang dalam perjalanan dari Palangka Raya menuju Sampit setelah mengikuti kegiatan PISEW. Informasi kecelakaan saya dapat dari anggota Bhabinkamtibmas yang saat itu membantu mengatur lalu lintas di lokasi,” kata Agustiawany.
Berdasarkan keterangan awal yang diterimanya, terdapat truk yang bergerak dari arah Sampit menuju Kereng Pangi. Sementara itu, truk lainnya datang dari arah Palangka Raya menuju Sampit.
Truk yang datang dari arah Palangka Raya tersebut diduga mengalami oleng ketika melewati tanjakan hingga akhirnya terjadi benturan dengan kendaraan lainnya.
Akibat kecelakaan itu, pengemudi truk dari arah Palangka Raya menuju Sampit dilaporkan meninggal dunia. Dua korban lainnya mengalami luka-luka dan telah dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.
“Informasi yang saya terima, truk dari arah Palangka Raya itu jalannya agak oleng. Pengemudinya meninggal dunia, sedangkan dua korban lainnya sudah dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan,” jelasnya.
Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga mengganggu arus lalu lintas di jalur utama penghubung Sampit dan Palangka Raya. Kendaraan yang terlibat tabrakan menutup sebagian badan jalan sehingga arus kendaraan dari kedua arah sempat tersendat.
Petugas di lapangan melakukan pengaturan lalu lintas untuk membantu kelancaran kendaraan sekaligus mendukung proses penanganan kecelakaan.
Meski dugaan awal mengarah pada truk yang mengalami oleng, penyebab pasti kecelakaan masih harus dipastikan melalui penyelidikan kepolisian. Begitu pula dengan rangkaian tabrakan yang menyebabkan empat kendaraan terlibat dalam insiden tersebut.
Kecelakaan ini kembali menjadi peringatan bagi pengguna jalan agar tidak mengabaikan faktor keselamatan, terutama ketika melintasi jalur tanjakan. Pengemudi kendaraan besar diharapkan memastikan kondisi kendaraan dan sistem pengereman dalam keadaan baik serta menjaga kecepatan agar tetap terkendali selama perjalanan. (S)












