
Bulog optimistis kebutuhan masyarakat di Kotawaringin Timur tetap dapat terpenuhi dengan baik, Senin (8/6).
SAMPIT, Indoborneo News– Menyikapi pemberitaan nasional terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sempat menyentuh Rp18.064 per dolar AS pada Senin (8/6/2026) pagi, Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan kondisi tersebut tidak berdampak terhadap harga komoditas pangan yang dikelola Bulog di daerah.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan maupun wacana dari pemerintah untuk menaikkan harga beras maupun minyak goreng.
“Kami dari Bulog Tidak ada wacana kenaikan harga. Sampai hari ini semuanya masih stabil,” tegasnya.
Ia menjelaskan, untuk komoditas beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), harga tetap berada di level Rp13.100 per kilogram. Sementara harga tebus di gudang Bulog tercatat Rp11.300 per kilogram. Adapun minyak goreng juga tidak mengalami perubahan harga dan masih berada di angka Rp15.700 per liter.
“SPHP Rp13.100 per kilo, harga tebus Rp11.300. Minyak goreng Rp15.700 per liter. Tidak ada perubahan sama sekali,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bulog Kotim memastikan ketersediaan stok pangan dalam kondisi aman dan mencukupi. Bahkan, jumlahnya terus mengalami peningkatan seiring dengan kegiatan penyerapan gabah dan beras di wilayah setempat, khususnya dari sentra produksi seperti desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit.
Baca berita lainnya
- Cari Rebung di Pinggir Sungai, Wanita 50 Tahuan di Kalsel Dilaporkan Tenggelam
- Curi 710 Kg Sawit PT Unggul Lestari, Pria 20 Tahun di Telaga Antang Kotim Diamankan Polisi
- DPC KSPSI Kotim Perkuat Perjuangan Hak Pekerja, Gandeng Sejumlah Instansi Kawal Jaminan Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Dharma Santi Nyepi di Sei Ubar Mandiri Perkuat Silaturahmi dan Kerukunan Umat
- Pembangunan Militer: Kasdam XXII/TB Kunker ke Makorem 102/Pjg Disambut Hangat
“Stok kami saat ini sekitar 8.000 ton dan masih terus bertambah karena penyerapan masih berjalan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan jumlah stok tersebut, Bulog Kotim optimistis dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga satu tahun ke depan, terutama untuk komoditas beras medium yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Menurutnya, meskipun pasokan aman, permintaan masyarakat terhadap beras Bulog justru cenderung meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini dipengaruhi oleh tren kenaikan harga beras premium di pasaran.
“Permintaan justru meningkat karena harga beras premium naik. Masyarakat beralih ke beras SPHP dan beras Bulog yang lebih terjangkau,” katanya.
Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Bulog Kotim terus menjalankan sejumlah program strategis pemerintah. Salah satunya adalah penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat.
Saat ini, sebanyak 37.754 kepala keluarga (KPM) di Kotawaringin Timur tercatat menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng.
“Program bantuan pangan ini untuk menjaga daya beli masyarakat agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi,” ujarnya.
Selain itu, Bulog juga mengoptimalkan distribusi beras SPHP ke pasar-pasar tradisional dan titik penjualan resmi. Program ini dinilai efektif dalam menahan laju kenaikan harga beras di tingkat konsumen.
“SPHP kami masifkan karena sangat membantu masyarakat. Harganya terjangkau dan kualitasnya juga baik,” tambahnya.
Tidak hanya beras, Bulog Kotim juga memastikan ketersediaan minyak goreng tetap aman. Pihaknya terus berkoordinasi dengan produsen dan distributor agar pasokan untuk Bulog dapat diprioritaskan.
“Untuk minyak goreng kami terus berkoordinasi dengan pihak pabrik agar kuota bisa ditambah dan distribusi tetap lancar,” jelasnya.
Bulog Kotim menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di tengah dinamika ekonomi nasional, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah.
Dengan stok yang memadai, program penyaluran yang berjalan, serta koordinasi lintas sektor, Bulog optimistis kebutuhan masyarakat di Kotawaringin Timur tetap dapat terpenuhi dengan baik.
“Kami pastikan aman. Tugas kami menjaga stabilitas pangan dan itu terus kami jalankan,” tutup Azwar. (Red)












