Disdik Kotim Pantau Anak Putus Sekolah, Mulai SPMB Online dan Siapkan Sekolah Rakyat Gratis

Wawancara kepada media Indoborneonews.com usai menghadiri Tasyakuran sekaligus Pelepasan 72 siswa-siswi kelas 6 SDN 3 Mentawa Baru Hulu (MBH) Sampit tahun ajaran 2025/2026, Rabu (10/6).

SAMPIT, Indoborneo News – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Disdik Kotim) secara konsisten mewujudkan kepedulian terhadap dunia pendidikan melalui berbagai program. Disdik Kotim berharap setiap anak mendapatkan hak belajar yang setara, lingkungan sekolah yang aman, dan mendukung kesejahteraan tenaga pendidik.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur, Cipto Utama, usai menghadiri Tasyakuran sekaligus Pelepasan 72 siswa-siswi kelas 6 SDN 3 Mentawa Baru Hulu (MBH) Sampit tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan digelar di Midtown Hall, Jalan MT Haryono, Sampit, Rabu (10/6/2026).

Banner Website

Menanggapi kebijakan pemerintah, Cipto Utama menyampaikan bahwa Disdik Kotim akan memantau anak tidak sekolah agar dapat diikutkan ke Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026.

“Ini kita sudah memulai dengan SPMB online sebanyak 15 SD Negeri dan 10 SMP di Kotawaringin Timur untuk melaksanakan SPMB online,” ungkap Cipto.

baca berita lainnya

Kasus Pembunuhan di Desa Tangar Kotim Akhirnya Terungkap, Diduga Pelaku Pengaruh Minuman Keras

Ia menambahkan, SPMB online dimulai awal tahun 2026. “Semoga ke depan bisa kita kembangkan sehingga transparan, transparansi dan akuntabel dalam penerimaan siswa baru ini bisa dijalankan di Kabupaten Kotawaringin Timur,” jelasnya.

Cipto Utama juga menjelaskan solusi untuk lulusan SD jika daya tampung SMP negeri tidak mencukupi.

baca juga

Syukuran Meriah Iringi Pelepasan 72 Siswa SDN 3 Mentawa Baru Hulu Sampit

“Untuk lulusan SD, kalau memang daya tampung SMP negeri tidak mencukupi, kita punya Sekolah Rakyat (SR) dari program pemerintah, baik itu pendidikan MTsN, dan sekolah swasta. Sehingga seluruh lulusan SD negeri maupun swasta di Kotawaringin Timur akan tertampung,” terangnya.

Menurutnya, Sekolah Rakyat ke depan sangat membantu menyiapkan rombongan belajar.

“Semua Sekolah Rakyat gratis dan itu dikelola oleh Kementerian Sosial pusat. Semua guru ditangani oleh pusat, dengan Dinas Pendidikan tetap berkolaborasi termasuk ijazah,” pungkas Cipto.
(FAUJI)

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *