Kabar Gembira! Sempat Tertunda Dampak Konflik Global, Bansos Pangan Presiden di Kotim Kini Siap Dibagikan

SAMPIT.Indoborneonews.com – Setelah sempat tertunda akibat kendala distribusi kemasan dari pusat, bantuan sosial (Bansos) pangan Presiden untuk masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhirnya dipastikan segera kembali disalurkan. Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi puluhan ribu keluarga penerima manfaat (KPM) yang telah menunggu penyaluran bantuan tersebut.
Perum Bulog Kantor Cabang Kotim memastikan keterlambatan distribusi bukan disebabkan minimnya stok pangan, melainkan terganggunya pasokan karung kemasan akibat dampak konflik global yang memengaruhi bahan baku plastik.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad mengatakan, persoalan tersebut sempat membuat proses penyaluran bantuan pangan Presiden tertunda di sejumlah daerah, termasuk Kotim dan Seruyan.

“Banpang Presiden memang sempat terhenti karena kesulitan karung kemasannya. Bulog pusat mengalami kendala pemesanan ke pabrik karena bahan baku biji plastik terdampak konflik di Timur Tengah,” ujarnya, Jum’at (8/5/2026).

Meski sempat mengalami hambatan, Bulog memastikan kondisi kini mulai membaik. Pasokan karung kemasan disebut segera tiba dari pusat sehingga distribusi bantuan pangan dapat kembali dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Informasi dari Bulog pusat, minggu ini karung kemasan sudah datang sehingga bantuan pangan bisa segera kami salurkan,” lanjutnya.

Di Kabupaten Kotawaringin Timur sendiri, program bantuan pangan ini akan menyasar sebanyak 37.754 keluarga penerima manfaat. Sementara di Kabupaten Seruyan terdapat 8.062 penerima yang juga akan memperoleh bantuan serupa.
Setiap keluarga nantinya menerima 10 kilogram beras medium dan dua liter minyak goreng merek MinyaKita untuk setiap bulan penyaluran. Bantuan tersebut merupakan alokasi dua bulan sekaligus, yakni Februari dan Maret 2026.

Program bantuan pangan Presiden ini dinilai sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih cukup berat akibat kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok. Kehadiran bantuan beras dan minyak goreng diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga warga kurang mampu.

Selain itu, Bulog memastikan stok beras dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan penyaluran bantuan di wilayah Kotim maupun Seruyan. Distribusi nantinya akan dilakukan secara bertahap sesuai data penerima yang telah ditetapkan pemerintah.

Masyarakat penerima manfaat juga diimbau tetap memantau informasi resmi dari pemerintah daerah maupun pihak kelurahan terkait jadwal penyaluran agar proses pembagian bantuan berjalan tertib dan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *