Petugas PMI Kotim saat mengevakuasi korban kecelakaan di Jalan Jenderal Sudirman Km 14 Sampit.
SAMPIT.INDOBORNEOBEWS– Seorang pengendara sepeda motor ditemukan tergeletak bersimbah darah di Jalan Jenderal Sudirman Km 14, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin malam (2/11/2026). Korban mengalami sejumlah luka, termasuk di bagian belakang kepala dan telinga kiri. Sementara itu, kendaraan lain yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut tidak ditemukan di lokasi.
Kondisi korban yang mengalami luka-luka membuat petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kotim segera melakukan evakuasi. Korban kemudian dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Murjani Sampit untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan. Sebab, ketika petugas tiba di lokasi, hanya sepeda motor milik korban yang terlihat. Tidak diketahui secara pasti apakah korban mengalami kecelakaan tunggal atau terlibat tabrakan dengan kendaraan lain yang kemudian meninggalkan tempat kejadian.
Petugas PMI Kotim, Sidik, mengatakan pihaknya menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya pengendara motor yang mengalami kecelakaan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Km 14.
“Begitu menerima laporan warga, kami langsung mengerahkan petugas ke lokasi. Saat tiba, korban sudah mengalami sejumlah luka dan membutuhkan pertolongan medis. Ada dugaan awal bahwa kejadian ini berkaitan dengan tabrak lari, tetapi kami belum bisa memastikan penyebab maupun kronologi sebenarnya,” ungkap Sidik.
Dari penanganan awal, petugas menemukan luka pada bagian belakang kepala korban. Selain itu, telinga kiri korban mengeluarkan darah dan terdapat luka robek pada beberapa jari tangan kiri.
“Luka yang kami temukan berada di bagian belakang kepala, telinga kiri mengeluarkan darah, serta beberapa jari tangan kiri mengalami luka robek. Melihat kondisi tersebut, korban langsung kami evakuasi ke rumah sakit supaya segera mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.
Selain kondisi luka yang dialami, petugas juga menghadapi kendala dalam mengetahui identitas korban. Saat ditemukan, pengendara tersebut tidak membawa kartu identitas maupun dokumen pengenal lainnya.
Belum diketahui siapa nama korban, dari mana asalnya, maupun keluarga yang dapat dihubungi. Identitas tersebut masih perlu dipastikan agar pihak keluarga dapat mengetahui keberadaan korban dan kondisi terkini setelah menjalani penanganan medis.
Dugaan tabrak lari turut menjadi perhatian karena tidak terlihat kendaraan lain di lokasi ketika petugas melakukan evakuasi. Namun, dugaan tersebut masih membutuhkan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan apakah memang terdapat kendaraan lain yang terlibat.
Informasi kecelakaan itu telah diketahui Satuan Lalu Lintas Polres Kotim. Pihak berwenang diharapkan dapat menelusuri kronologi kejadian, mengidentifikasi korban, serta memastikan kemungkinan adanya kendaraan lain yang terlibat melalui keterangan saksi dan bukti di sekitar lokasi.
Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenali ciri-ciri korban diharapkan segera memberikan informasi kepada pihak kepolisian maupun RSUD dr Murjani Sampit. Bantuan masyarakat sangat diperlukan untuk mempercepat proses identifikasi.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya tanggung jawab dan kepedulian di jalan raya. Setiap pengendara diharapkan tidak hanya mengutamakan keselamatan diri sendiri, tetapi juga memberikan pertolongan apabila mengetahui adanya kecelakaan.
Apabila benar terdapat kendaraan lain yang terlibat, pengemudinya diharapkan bersikap kooperatif dan memberikan keterangan kepada pihak berwenang. Sebab, setiap informasi dapat membantu mengungkap kejadian sekaligus memastikan korban mendapatkan haknya untuk memperoleh pertolongan. (S)
.












