BANJARMASIN, Indoborneo News – Kesultanan Banjar menggelar kegiatan Safari Madihin Goes To School bersama Sahabat Yatim di SDN Sungai Lulut 1, Kabupaten Banjar, Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini sebagai upaya mengenalkan sejarah Banjar dan melestarikan budaya Banjar sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial kepada generasi muda.
Dalam kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan dan keceriaan tersebut, para siswa sekolah dasar diperkenalkan dengan sejarah Kesultanan Banjar, peran para sultan dalam perkembangan masyarakat Banjar, serta pentingnya menjaga warisan budaya daerah di tengah arus kemajuan zaman.
Kesultanan Banjar, Khairul Shaleh, menyampaikan bahwa kegiatan pengenalan melalui seni Madihin yang disampaikan secara menarik dan mudah dipahami anak-anak menjadi salah satu memperkenalkan budaya sejak dini.
Khairul Shaleh berharap melalui metode ini peserta bisa diajak untuk mengenal identitas sejarah dan budaya Banjar dengan menyenangkan dan mudah diingat.
“Selain edukasi sejarah dan budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim. Para siswa diberikan motivasi untuk membiasakan sikap saling membantu, berbagi kebahagiaan, menghormati orang tua dan guru, serta peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan,“ jelas Khairul Shaleh.
baca berita lainnya
Acara diisi dengan interaksi yang hangat antara siswa sekolah dasar, relawan Sahabat Yatim, dan perwakilan Kesultanan Banjar menciptakan suasana kebersamaan yang penuh makna.
Antusiasme para siswa terlihat sepanjang kegiatan, mulai dari sesi pengenalan sejarah, penampilan Madihin, hingga berbagai kegiatan dan pembagian hadiah yang melibatkan peserta secara langsung.
baca juga
Melalui program ini, Kesultanan Banjar berharap dapat menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kecintaan terhadap budaya dan sejarah daerahnya, serta semangat untuk terus menebarkan manfaat bagi sesama.
“Dengan mengenal sejarah dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, para siswa diharapkan dapat menjadi penerus yang mampu menjaga warisan Banjar sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat di masa depan,“ pungkasnya.
(Fauji)












