Suasana keseruan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-35 SMA Negeri 3 Sampit
SAMPIT.INDOBORNEONEWS – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 SMA Negeri 3 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menjadi momentum istimewa untuk mempererat kebersamaan, menggali potensi peserta didik, sekaligus menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan generasi muda.
Berbagai kegiatan olahraga, seni, dan sastra disiapkan untuk memeriahkan peringatan tersebut. Tidak sekadar menjadi agenda perayaan tahunan sekolah, rangkaian kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang aktualisasi bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan bakat, serta membangun karakter melalui kompetisi yang sehat.
Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-35 SMAN 3 Sampit, Eni Tri Rahayu, S.Pd., mengatakan, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 26 Oktober 2026. Sejumlah agenda dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan pelajar, sekolah, hingga peserta dari berbagai instansi.
Pembukaan kegiatan diawali dengan pertandingan bola voli campuran antar instansi. Pemilihan peserta dari kalangan instansi dilakukan sebagai langkah penyesuaian terhadap kondisi saat itu, terutama kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat mengganggu aktivitas masyarakat.
Sementara itu, pertandingan bola voli dan sepak bola antarpelajar yang semula direncanakan menjadi bagian awal kegiatan harus dijadwalkan ulang. Kebijakan tersebut juga menyesuaikan dengan edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terkait pelaksanaan pembelajaran dari rumah (BDR).
“Karena kondisi kabut asap dan adanya edaran dari dinas, beberapa pertandingan yang melibatkan anak-anak sekolah harus kami sesuaikan jadwalnya. Kami tetap berupaya agar seluruh rangkaian kegiatan bisa terlaksana tanpa mengabaikan kondisi dan keselamatan peserta didik,” jelas Eni, Senin (2/11/2026).
Pertandingan bola voli campuran antar instansi yang telah dilaksanakan selama sepekan berlangsung dengan baik. Kompetisi tersebut berhasil melahirkan para juara, yakni SMA Negeri 2 Sampit sebagai juara pertama, Pertamina di posisi kedua, SMA Negeri 3 Sampit juara ketiga, serta MAN Kotim sebagai juara keempat.
Selain pertandingan olahraga, panitia juga telah menggelar lomba mewarnai bagi anak-anak tingkat taman kanak-kanak (TK) pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan peserta dari jenjang pendidikan yang lebih dini dalam memeriahkan HUT sekolah.
Memasuki 2 November 2026, rangkaian kegiatan kembali dilanjutkan dengan pertandingan bola voli tingkat SLTA putra dan putri serta sepak bola. Kedua cabang olahraga tersebut menjadi bagian utama dari kompetisi prestasi yang diharapkan mampu mempertemukan pelajar berbakat dari berbagai sekolah.
Untuk pertandingan bola voli, panitia menerapkan sistem setengah kompetisi, sedangkan sepak bola menggunakan sistem gugur. Selain dua cabang olahraga tersebut, terdapat sekitar 10 cabang perlombaan lain yang mencakup bidang seni dan sastra.
Rangkaian perayaan selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 14 November 2026. Agenda tersebut diisi dengan bazar, lomba vokal solo putra dan putri, tari tingkat SLTP, membaca puisi, serta bercerita. Pada 14 November direncanakan menjadi salah satu puncak rangkaian kegiatan, termasuk jalan sehat gembira yang dikhususkan bagi keluarga besar SMAN 3 Sampit.
Menurut Eni, antusiasme peserta sebenarnya sangat tinggi. Hal itu terlihat dari keterlibatan sekolah dan instansi yang ingin mengambil bagian dalam berbagai perlombaan. Namun, kondisi kabut asap sebelumnya membuat jumlah peserta belum sebanyak pelaksanaan dua tahun lalu.
Meski demikian, panitia tetap mengapresiasi semangat para peserta yang telah berpartisipasi. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman bertanding, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk saling mengenal, membangun persahabatan, dan belajar menghargai kemampuan satu sama lain.
Eni menegaskan, kompetisi olahraga seperti bola voli dan sepak bola memiliki nilai lebih dari sekadar mengejar kemenangan. Melalui kegiatan tersebut, sekolah ingin ikut berkontribusi dalam menemukan bibit-bibit atlet potensial yang kelak dapat berkembang hingga tingkat nasional.
“Anak-anak ini berada pada usia yang sangat potensial. Kami berharap dari kegiatan seperti ini bisa muncul bibit-bibit atlet, bukan hanya dari SMAN 3 Sampit, tetapi juga dari sekolah-sekolah lainnya. Siapa tahu, di antara mereka nantinya ada yang mampu membawa nama daerah bahkan Indonesia di tingkat nasional,” tuturnya.
Lebih dari itu, kegiatan positif di lingkungan sekolah juga menjadi salah satu sarana membangun karakter sekaligus mengarahkan energi generasi muda pada aktivitas yang bermanfaat. Olahraga mengajarkan kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, sportivitas, serta kemampuan mengendalikan diri dalam menghadapi kemenangan maupun kekalahan.
Menurutnya, pembentukan generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Kesehatan fisik, ketangguhan mental, dan karakter yang kuat juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mereka menghadapi masa depan.
Melalui kegiatan olahraga, seni, dan sastra, para pelajar diberikan ruang untuk mengenali potensi diri sekaligus mengembangkan kepercayaan diri. Pengalaman berkompetisi juga diharapkan dapat menjadi bekal dalam membangun mental juara yang tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
Eni menambahkan, peringatan HUT sekolah dengan melibatkan peserta dari luar lingkungan sekolah memang dilaksanakan secara berkala, yakni dua tahun sekali. Pada tahun berikutnya, perayaan lebih difokuskan pada kegiatan internal melalui perlombaan antarkelas.
Pola tersebut diterapkan agar kegiatan perayaan tetap berjalan tanpa terlalu mengganggu proses pembelajaran. Dengan demikian, keseimbangan antara pengembangan minat dan bakat dengan kewajiban akademik peserta didik tetap terjaga.
Melalui peringatan HUT ke-35 ini, keluarga besar SMAN 3 Sampit berharap semangat berprestasi dapat terus tumbuh, tidak hanya selama rangkaian perayaan berlangsung, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian para pelajar.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, melainkan juga ruang untuk membentuk pribadi yang sehat, berkarakter, kreatif, disiplin, dan memiliki daya saing. Dari semangat kebersamaan itulah diharapkan lahir generasi muda yang mampu mengharumkan nama sekolah, daerah, hingga bangsa. (S)












